Jumat, April 06, 2012

Sejarah Samarinda

Samarinda yang dikenal sebagai kota seperti saat ini dulunya adalah salah satu wilayah . Di wilayah tersebut belum ada sebuah desa pun berdiri, apalagi kota. Sampai pertengahan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura abad ke-17, wilayah Samarinda merupakan lahan persawahan dan perladangan beberapa penduduk. Lahan persawahan dan perladangan itu umumnya dipusatkan di sepanjang tepi Sungai Karang Mumus dan sungai Karang Asam.

Pada tahun 1668, rombongan orang-orang Bugis Wajo yang dipimpin La Mohang Daeng Mangkona (bergelar Pua Ado) hijrah dari tanah Kesultanan Gowa ke Kesultanan Kutai. Mereka hijrah ke luar pulau hingga ke Kesultanan Kutai karena mereka tidak mau tunduk dan patuh terhadap Perjanjian Bongaya setelah Kesultanan Gowa kalah akibat diserang oleh pasukan Belanda. Kedatangan orang-orang Bugis Wajo dari Kerajaan Gowa itu diterima dengan baik oleh Sultan Kutai.
Atas kesepakatan dan perjanjian, oleh Raja Kutai rombongan tersebut diberikan lokasi sekitar kampung melantai, suatu daerah dataran rendah yang baik untuk usaha pertanian, perikanan dan perdagangan. Sesuai dengan perjanjian bahwa orang-orang Bugis Wajo harus membantu segala kepentingan Raja Kutai, terutama di dalam menghadapi musuh.

Semua rombongan tersebut memilih daerah sekitar muara Karang Mumus (daerah Selili seberang) tetapi daerah ini menimbulkan kesulitan di dalam pelayaran karena daerah yang berarus putar (berulak) dengan banyak kotoran sungai. Selain itu dengan latar belakang gunung-gunung (Gunung Selili).
Sekitar tahun 1668, Sultan yang dipertuan Kerajaan Kutai memerintahkan Pua Ado bersama pengikutnya yang asal tanah Sulawesi membuka perkampungan di Tanah Rendah. Pembukaan perkampungan ini dimaksud Sultan Kutai, sebagai daerah pertahanan dari serangan bajak laut asal Filipina yang sering melakukan perampokan di berbagai daerah pantai wilayah kerajaan Kutai Kartanegara. Selain itu, Sultan yang dikenal bijaksana ini memang bermaksud memberikan tempat bagi masyarakat Bugis yang mencari suaka ke Kutai akibat peperangan di daerah asal mereka. Perkampungan tersebut oleh Sultan Kutai diberi nama Sama Rendah. Nama ini tentunya bukan asal sebut. Sama Rendah dimaksudkan agar semua penduduk, baik asli maupun pendatang, berderajat sama. Tidak ada perbedaan antara orang Bugis, Kutai, Banjar dan suku lainnya.

Dengan rumah rakit yang berada di atas air, harus sama tinggi antara rumah satu dengan yang lainnya, melambangkan tidak ada perbedaan derajat apakah bangsawan atau tidak, semua "sama" derajatnya dengan lokasi yang berada di sekitar muara sungai yang berulak dan di kiri kanan sungai daratan atau "rendah". Diperkirakan dari istilah inilah lokasi pemukiman baru tersebut dinamakan Samarenda atau lama-kelamaan ejaan Samarinda. Istilah atau nama itu memang sesuai dengan keadaan lahan atau lokasi yang terdiri atas dataran rendah dan daerah persawahan yang subur.





(Sumber : http://kotanya-abi.blogspot.com)

Rabu, November 02, 2011

Berikut ini adalah informasi tanah kavling yang dijual di daerah Jalan M.Said , Samarinda, Gang Rasa.


Luas Tanah per-Kavling : 200M2
Harga : Rp 37.500.000 (Cash, bisa bertahap 3x)
Rp 42.500.000 (Kredit 2 tahun)

Keterangan :
- Untuk Pembelian cash mendapatkan diskon Rp 5.000.000,-
- Pembelian Cash bisa diangsur 3x

Catatan :
- Harga tersebut sudah termasuk biaya Administrasi, Biaya SPH Kecamatan dan pematokan
- Persyaratan menyerahkan fotokopi KTP
- Kelebihan atau keurangan luas tanah pembayaran akan dihitung berdasarkan harga /M2
- Harga sewaktu-waktu berubah

Jika berminat hubungi : Bayu - 081347724753

Selasa, Januari 18, 2011

Hi, dalam Posting kali ini saya ingin menginformasikan lokasi-lokasi Kavling Tanah di Samarinda yang dijual.

Berikut Lokasi-Lokasi Kavling Tanah :

1. Lokasi di Lok Bahu - Sungai Kunjang




Luas Tanah per Kavling : 200 M2 (Standar)
Harga Kavling Depan : Rp. 20.000.000,- ( Cash 3x Bayar )
Harga Kavling Belakang : RP. 17.500.000,- ( Cash & Kredit )



Keterangan :
- Pembelian Cash dapat Diskon Rp 2.000.000,-
- Pembelian Cash bisa diangsur 3 kali atau 3 bulan

Catatan :
Harga tersebut diatas sudah termasuk :
- Biaya Administrasi
- Biaya Pelepasan Hak ( SPH ) dari Kecamatan
- Pematokan
Persyaratan :
- Menyerahkan Foto Copy KTP
Untuk kelebihan / kekurangan luas tanah akan dihitung berdasar harga / m2



2. Lokasi di Makroman 2 Samarinda Ilir

Luas Tanah per Kavling : 200 meter persegi
Harga : Rp. 12.500.000,-






Daftar Harga Kredit tanpa Uang Muka

No Lama Angsuran --- Besar Angsuran
1. 20 Bulan Rp = 625.000,-
2. 25 Bulan Rp = 500.000,-


Keterangan :
- Untuk pembelian Cash mendapat Discount Rp 2.500.000,- ( kecuali Kavling Depan )
- Pembelian Cash bisa diangsur 3x

Angsuran I : Rp 4.000.000,-
Angsuran II : Rp 3.000.000,-
Angsuran III : Rp 3.000.000,-
Total : Rp 10.000.000,-


Catatan :
- Biaya Administrasi Rp 100.000,-
- Harga tersebut sudah termasuk Biaya Surat Pelepasan Hak (SPH) dari Kecamatan, dan Pematokan (ulin).
- Persyaratan menyerahkan Foto Copy KTP
- Kelebihan atau kekurangan luas lahan pembayaran akan dihitung berdasar harga / m2
- Harga sewaktu-waktu dapat berubah.



INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI : BAYU ( 081347724753 )

kayu apung mahakam

kayu apung mahakam
ragam kehidupan sungai mahakam